Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:47:04 WIB
Profile Ponpes Annur
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pesantren - Dibaca: 8355 kali

I.    PENDAHULUAN

 

Pesantren telah menjadi bagian penting dari sistem pembelajaran masyarakat sejak ratusan tahun yang lalu. Salah satu ciri yang paling menonjol adalah otonomi penuh yang dimiliki oleh pesantren sehingga sejak zaman penjajahan hingga kini pesantren juga menjadi simbol bagi kemandirian dan keswadayaan masyarakat, jauh sebelum kemunculan trend penggunaan pola lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Khusus untuk para santri, kemandirian tersebut diajarkan secara sistematis lewat sistem asrama (boarding), yaitu sistem yang mewajibkan para santri untuk tinggal bersama di satu tempat yang menyatu dengan tempat belajar mereka yang memerlukan sarana dan prasarana yang layak dan representatif.

Sebagai tahap awal, peningkatan mutu sarana dan prasarana belajar santri  sedikitnya kami membutuhkan biaya untuk rehabilitasi lantai gedung pesantren yang kini agak memprihatinkan. Karena itu kami memohon bantuan senilai Rp. 90.000.000,- (sembilan puluh juta rupiah) untuk biaya rehabilitasi lantai tersebut seluas 1.800 m2.

     

II.   PROFIL PONDOK PESANTREN ANNUR

2.1.   Tonggak sejarah Ponpes Annur.

    § Tahun 1936-1950 selepas mengikuti pendidikan pesantren di Cipinang Muara Jakarta Timur dibawah bimbingan Syekh Ahmad Marzuki Ibnu Misrod, Almaghfurlah KH. Muchtar Thabrani menimba ilmu di Pesantren Darul Ulum, Makkah, Saudi Arabia di bawah bimbingan Syekh Ali Almaliki, Syekh Ahyad dan Syekh Hasan Masysyath, Syekh Muchtar Athorid, Syekh Hasan Yamani dan lain-lain.

    § Tahun 1950 KH. Muchtar Thabrani kembali ke tanah air untuk mengabdikan ilmunya. Di tahun itu pula dibuka pengajian-pengajian ilmu agama yang kemudian dikenal sebagai pesantren  ‘Kali Abang Nangka’ Bekasi.

    § Sejurus kemudian lahir pula ‘Raudhatul Banat’ yaitu pesantren untuk putrid yang menggunakan sistem pendidikan tradisional, di mana santri belajar, mengaji, beribadah dan tidur di satu tempat besar. Sedang untuk putra tetap menggunakan nama Pesantren Kali Abang Nangka.

    § Tahun 1951 KH. Muchtar Thabrani menikah Hj. Ni’matillah yang kemudian melahirkan putera-puteri penerus Almaghfurlah.

    § Tahun 1960 Almaghfurlah memprakarsai perluasan dan pemindahan masjid yang saat itu belum bernama ke tepi jalan yang kemudian dinamakan jalan KH. Muchtar Thabrani yaitu lokasi di mana masjid Annur kini berdiri.

    § KH. Muchtar Thabrani tetap istiqomah membina masyarakat melalui pesantren hingga akhir hayatnya 1971. Baliau meninggal dunia yang disebabkan oleh sakit kanker yang diidapnya.

   §   Di tahun 1972 atas permintaan sebagian masyarakat Bekasi dan sekitarnya serta

niatan meneruskan perjuangan Almaghfurlah putera-puteri beliau yang dimotori oleh Almaghfurlah KH. Aminuddin Muchtar dan KH. Aminulloh Muchtar mendirikan Madrasah Diniyah Ibtidaiyah di atas lahan seluas 800M2, yang dikenal dengan nama madrasah ‘Al-Akhyar’. Di kemudian hari madrasah ini yang menjadi cikal bakal berdirinya madrasah Ibtidaiyah (MI) Annur yang merupakan madrasah modern berkurikulum sesuai dengan kurikulum Departement Agama namun dengan tetap mempertahankan pola pembinaan dan pendidikan ala pesantren yang telah dimodifikasi sesuai dengan perkembangan zaman.

    § Pada tahun 1978 dibentuk sebuah badan hukum berbentuk yayasan, yaitu Yayasan Islam “Annur” (YISMA). Nama Annur dipilih sebagai penghormatan kepada Almaghfurlah atas usahanya mendirikan masjid Annur yang menjadi sentral bagi kegiatan ibadah dan kemasyarakatan di Bekasi dan sekitarnya.

    § Tahun 1982 dengan bangunan sederhana dan sebagian masih menumpang di gedung madrasah ibtidaiyah, didirikanlah SMP Islam Annur sebagai langkah untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem pendidikan umum yang bercirikan Islam dan pesantren.

    § Baru di tahun 1983 bersamaan dengan berdirinya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Annur dibangun 10 ruang kelas diatas tanah seluas 2000 M2 yang diperuntukkan bagi MTs dan SMP Islam Annur. Tanah tersebut merupakan milik Almaghfurlah KH. Aminuddin Muchtar dan KH. Aminulloh Muchtar yang kemudian diwakafkan kepada yayasan. Disamping itu, di tahun yang sama juga didirikan taman kanak-kanak (TK)/ Raudhatul Athfal (RA) Annur untuk mendidik para balita sebelum masuk sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah.

    § Di tahun yang sama juga dibangun Asrama putri 1 yang lokasinya menyatu dengan rumah Almaghfurlah yang dapat menampung sekitar 100 orang santri serta asrama putra yang dapat menampung sekitar 50 orang santri di atas tanah milik KH. Aminuddin Muchtar.

    § Tahun 1985 didirikan Madrasah Aliyah sabagai pengembangan lanjutan dari Madrasah Tsanawiyah dan SMP di gedung lama. Pada sisi lain, di tahun ini pula didirikan asrama putri 2 yang bertempat dibelakang kediaman KH. Aminulloh Muchtar dengan daya tampung sekitar 80 orang santri.

    § Di tahun 1987 dengan pertimbangan semakin banyaknya jamaah masjid, atas prakarsa KH. Aminulloh Muchtar diadakan renovasi dan perluasan masjid jami Annur. Rehabilitasi dan perluasan ini kurang lebih berhasil menambah daya tampung masjid menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya, dengan merubah struktur bangunan menjadi 2 lantai dengan luas 720 M2.

    § Sebagian dari pelayanan kepada masyarakat di tahun 1991 berdirilah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Annur yang dipimpin langsung oleh Almaghfurlah KH. Aminuddin Muchtar. KBIH tersebut masih eksis hingga saat ini.

   §   Tahun 1992, untuk menjawab kebutuhan yang kian meningkat dibangunlah asrama putra yang menggantikan asrama lama. Asrama tersebut dapat menampung

kurang lebih 75 santri. Di tahun 1995, karena sarana yang ada dirasakan tidak mampu menampung sekitar 1000 orang siswa SMP, MTs dan MA maka dimulailah pembangunan gedung dasar terpadu berlantai 3 diatas lahan seluas 5 hektar. Tanah tersebut merupakan wakaf dari KH. Aminulloh Muchtar seluas 42.000 M2 dan Ustz. Hj. Siti Aisyah, Ustz. Hj. Siti Maimanah, Almaghfurlah Hj. Rohani serta Hj. Khairiyah yang secara bersama-sama mewakafkan tanah seluas 8000 M2. bangunan tersebut menerapkan kontruksi tiang pancang yang mampu menampung sekitar 2000 orang siswa. Komplek bangunan inilah yang kemudian dikenal dengan Ponpes Annur Unit II, untuk membedakan dengan kompleks bangunan lama yang dinamakan Ponpes Annur unit I. Saat ini kedua kompleks tersebut telah menyatu.

    § Kepindahan tersebut ternyata membawa dampak positif bagi kegiatan santri, karena sejak itulah terjadi ekselerasi peningkatan kegiatan baik yang bersifat ilmiah umum maupun diniyyah serta juga kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler. Maka lahirlah Pusat Informasi Pondok Pesantren Annur (PIPA) di tahun 1996, yang kemudian menelurkan lembaga pers siswa “Shohwatunnur” Marcing Band “Gita Fitri” juga lahir setelah kepindahan tersebut di tahun 2001.

    § Di tahun 2000 dimulai program sertifikasi tanah wakaf dari pendiri yayasan, yaitu KH. Aminulloh Muchtar, dengan demikian secara yuridis telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

    § Di tahun 2001 berdirilah Sekolah Menengah kejurusan (SMK) kelompok Manajemen dan bisnis sebagai jawaban akan kebutuhan masyarakat Bekasi yang telah menjadi kota industri dan perdagangan / jasa

    § Di usul di tahun 2004 dibuka Sekolah Menengah Umum (SMU) Annur sebagai bagian dari fungsi pesantren untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sambil memberikan sentuhan-sentuhan keislaman di dalam tiap sendi kehidupan. Bersamaan dengan itu dibangun 4 lantai gedung asrama putri yang insya Allah akan menampung 200 santriwati yang sampai saat ini baru mencapai 60%.

 

      2.2.   “ Annur” Kini

    § Jenis Kegiatan.

                    Pondok pesantren Annur kini sesuai dengan perkembangan zaman menitikberatkan fokus kegiatannya kepada pendidikan formal seraya juga tidak meninggalkan fungsi pembinaan mental masyarakat secara keseluruhan.               Fungsi-fungsi tersebut terangkum dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

 

                    1.   Pendidikan Formil berupa :

      § Taman kanak-kanak / Play Group

      § Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyyah Awwaliyah/SD Plus

      § Madrasah Tsanawiyah.

            §   SMP

§  Madrasah Aliyah (Program IPA/IPS)

      § SMU (Program Bahasa dan IPA)

      § SMK (SMEA) (kelompok Bisnis dan Manajemen).

      § Pondok Pesantren Putra/Putri

                    2.   Pendidikan Informal berupa :

      § Pendidikan Ektrakulikuler, di antaranya : Seni baca Al-qur’an, Paskibra, Marching Band, PMR, Seni Bela Diri, Seni Qosidah dan Marawis, Muhadhoroh (latihan pidato bahasa Indonesia, Arab dan inggris serta berjanji), dan lain-lain.

      § Majlis Ta’lim untuk kaum Bapak, Ibu dan Remaja Putra/putri.

      § Lembaga bahasa Inggris dan Bahasa Arab.     

                    3.   Pembinaan/Pelayanan Masyarakat

      § Panti Yatim Piatu/Dhuafa

      § Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh

      § Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren)

      § Pusat Kesehatan Santri (Puskesri)

      § Pusat Informasi Pondok Pesantren Annur (PIPA)

      § Sanggar Senam.

 

Sesuai dengan cetak biru pengembangan Ponpes Annur, kini tengah dirintis pendirian perguruan tinggi melalui pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang. Sementara dari sisi softwarenya tengah dilakukan pengkajian intensif mengenai karakteristik Pengurus Tinggi yang cocok bagi masyarakat sehingga ada kesesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan dunia pendidikan.

 

  §   Sarana Pendidikan.

                    Hingga kini Pondok Pesantren Annur terus mengembangkan mutu dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan (infrastrukrur dan suprastruktur) yang dimiliki, yaitu :

                    § 104 unit ruang kelas untuk pendidikan formal.

                    § 1 unit asrama putra berlantai 2 dengan 10 kamar tidur.

     § 3 unit asrama putri yang dilengkapi dengan mushollah dan sarana lainya.

     § 1 buah masjid jami.

     § 1 buah mushollah berdekatan dengan sekolah.

     § Laboratorium bahasa

     § Laboratorium fisika, kimia dan biologi dan akuntansi.

     § Laboratorium Komputer dan Laboratorium Mengetik

     § Perpustakaan.

     § Lapangan olah raga (sepak bola,basket, volley ball, tenis meja bulu tangkis, ruangan senam dan futsal).

     § Kafetaria Pesantren.

Kesemua sarana pendidikan di atas ditopang pula oleh sumber daya manusia, yaitu tenaga pendidik yang merupakan lulusan dari dalam maupun luar negeri, dengan strata pendidikan dari mulai S1 (Strata Satu) sampai S3 (Strata Tiga). Di antara adalah lulusan dari IKIP Negeri/Swasta, UI, UIN, IPB, UNPAD, ASMI, Universitas Ummul Quro Mekkah, Universitas Al-Azhar Cairo, Universitas Liga Arab Cairo, Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia, University of Western Sydney Australia, dll.     

 




292 Komentar :

kaos polo shirt murah
17 Maret 2018 - 10:46:21 WIB

terimakasih atas informasinya

www.cyber-find.net
18 Maret 2018 - 03:23:52 WIB

Very ice post. I definitely appreciate this site. Stick with it!
Rhoda
18 Maret 2018 - 23:31:12 WIB

Thanks for sharing ykur thoughts on artikel. Regards
std test paris france
19 Maret 2018 - 01:20:28 WIB

Our medical employees will provide a full scope of care.
konveksi kaos anak murah
19 Maret 2018 - 10:02:41 WIB

baik sekali agan membuat informasi yang bagus seperti ini lanjutkan

kaos murah berkualitas
19 Maret 2018 - 14:11:42 WIB

website ini memberikan segala informasi yang bagus dan bermanfaat

https://drive.Google.com/
20 Maret 2018 - 06:51:04 WIB

Thanks for finally talking about >Profilee Ponpes Annur
<Loved it!
Jasa pembuatan kaos murah
21 Maret 2018 - 09:42:23 WIB

informasi yang bagus sekali semoga info ini bermanfaat bagi orang lain

konveksi kaos polos
21 Maret 2018 - 11:41:47 WIB

terimakasih atas informasinya

konveksi kaos polos
21 Maret 2018 - 11:43:18 WIB

terimakasih atas informasinya

<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 30 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)