Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:41:38 WIB
Sejarah Ponpes Annur
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pesantren - Dibaca: 3219 kali


Pondok Pesantren Annur, Bekasi Terpanggil Benahi Akidah Masyarakat

PONDOK Pesantren (PP) Annur didirikan pada tahun 1951 oleh KH Muchtar Thabrani dengan nama Raudhatul Banat untuk santri putri dan al-Akhyar untuk santri putra dengan sistem pendidikan Salafiyah.

KH Mukhtar Thabrani lahir pada tahun 1908 dan kalangan keluarga muslim yang tergolong dalam kelas papan bawah masyarakat saat itu.

Pada perkembangannya setelah ia dewasa ia belajar ke pesantren Salafiyah di Rawa Bangke yang sekarang dikenal dengan nama Rawa Bunga di daerah Jakarta Timur, yang diasuh KH Marzuqi, yang pada saat itu banyak didatangi orang untuk mengirim putranya belajar mendalami ilmu agama.

Direktori Pesantren yang diterbitkan Departemen Agama menyebutkan setelah belajar sekian lama, beliau pulang kembali kampung halamannya, Kaliabang Nangka, yang pada saat itu masih sangat lekat dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme.

Melihat hal ini Mukhtar merasa terpanggil untuk membenahi akidah orang sekampungnya.

Namun karena ilmu-ilmu agama yang dimilikinya dirasakan belum "mumpuni" utuk menghadapi masyarakat, maka dia berniat memperdalam ilmu agama di Tanah Suci Makkah sekaligus beribadah haji.

Tatkala melaksanakan niat tersebut, dia berusia sekitar 30 tahun. Guru beliau di antaranya adalah Syekh Mukhtar al-Atharied dan Syekh Ahyad.

Setelah 13 tahun lamanya beliau belajar di Saudi Arabia, beliau kembali ke tanah air dan terjun ke masyarakat untuk berdakwah melalui pengajian-pengajian sebagai langkah pertama.

Tahun 1971 KH Muchtar Thabrani wafat dengan meninggalkan seorang istri, empat orang putra dan tiga orang putri. Setahun setelah wafatnya KH Muchtar Thabrani, atas nama masyarakat, KH Drs Aminuddin Mukhtar, putra pertama KH Mukhtar adalah lulusan Universitas Ibnu Khaldun Jakarta terpilih untuk melanjutkan tongkat estafeta kepemimpinan PP ini.

Dalam mengasuh PP ini, dia dibantu oleh saudara-saudaranya yang semuanya lulusan al-Azhar Kairo, Mesir, kecuali KH Aminullah yang lulus dari Universitas Ibnu Khaldun Jakarta.

Tahun 1972 didirikan sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang memadukan dua sistem, pendidikan, pendidikan Salafiyah dan pendidikan nasional (Departemen Agama). Selanjutnya mendirikan SMP Islam (1982), MTs (1983), dan MA (1987) hingga berkembang sampai sekarang.

Potensi Wilayah PP Annur terletak di daerah pemukiman dan pertanian. Berada di sebelah utara kota Bekasi, masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Barat.

Data 1996 Kantor Statistik Kabupaten Bekasi menyebutkan jumlah penduduk DT II Bekasi sebanyak 2.847.175 jiwa. Sedangkan angka melek huruf hingga 1992 mencapai 99,42%. Hal ini menunjukkan tingkat keberhasilan masyarakat Bekasi dibidang pendidikan.

Pada awalnya sebelum PP ini bernama PP Annur, PP itu dikelola dengan cara tradisional dibawah pimpinan KH Muchtar Thabrani.

Satu tahun setelah beliau wafat (1972) dibentuklah satu lembaga berbentuk yayasan yang disebut YISMA (Yayasan Islam Annur).

Yayasan ini dipimpin oleh KH Drs Aminuddin Muchtar sebagai pimpinan umum, KH Drs Aminullah Muchtar pimpinan harian, KH Ishomullah Muchtar MA, sebagai sekretaris umum, bendahara umum oleh Hj Aisyiyah. Sedangkan untuk majelis taklim dipimpin oleh Hj Ummi Ni matillah.

Pendidikan sekolah yang dimiliki pesantren ini mulai dari Taman Pendidikan al-Quran (TPA), Raudhatul Arfal (TK), Madrsah Ibtidaiyah Plus Annur (MIPA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Unggulan (MAU) dengan empat jurusan yaitu A1 Agama, A2 Fisika, A3 Biologi dan A4 Sosial. Di samping itu terdapat juga Taman kanak-kanak al-Quran (TKA) dan Mahad Tahfidz al-Quran (MTA).

Kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum Departemen Agama, Departemem Pendidikan Nasional dan kurikulum yang disusun oleh lembaga secara khusus melliputi ilmu fiqh, tauhid, al-Quran dan tajwid, nahwu, sharaf, bahasa Arab, tarikh Islam, ilmu mantiq, balaghoh dan lain sebagainya yang dianggap perlu.

Di samping sekolah para santri mengaji kitab pada pagi, sore dan malam hari PP ini menekankan penguasaan membaca kitab kuning dengan menggunakan sistem klasifikasi, antara murid yang sudah pandai dengan yang kurang pandai dipisahkan berdasarkan tingkat kemampuannya membaca kitab.

Kemampuan seseorang dinilai langsung oleh kyai karena pesantren ini menggunakan sistem sorogan, di samping ceramah, halaqah dan bandungan.

Adapun kitab yang wajib dipelajari antara lain Tafsir Jalalain, Arbain Nawawi, Fiqhul wadih, Nahwul Wadih, Matan al-Jurmiyah, Amtsilatus Tasrifiyah, Shahih Bukhari Muslim, Riadul Badiah dan Jawahirul Balaghah.

Keagamaan: Bahtsul Kutub, dakwah dan kepemimpinan, hafalah al-Quran, seni baca al-Quran, muhadhoroh, olahraga dan kesenian bela diri, voli, sepakbola, basket, tenis meja, pramuka, paskibra, polisi keamanan sekolah (PKS), PMR, teater/drama, puisi, vokal grup, drumband, marching band, tilawah, kaligrafi Arab dan angklung.

Keterampilan bahasa Arab bahasa Inggris, pidato, komputer, mengetik, menjahit, potong rambut, peternakan dan pertanian.

Para santri dapat memilih sesuai minat dan bakatnya masing-masing, yang masing-masing dibimbing oleh para pembina dan guru pembimbing.

Kegiatan majelis taklim ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja yang diselenggaralan satu minggu sekali, diikuti kurang lebih oleh 600 orang yang berasal dari masyarakat sekitar dan wilayah Jabotabek.

Di samping PP Annur juga mengelola pondok khusus untuk anak-anak yatim dan remaja.

Ciri khas PP Annur adalah penguasaan membaca kitab kuning dan pengembangan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris.

Jumlah santri yang menimba ilmu di PP Annur saat itu sebanyak 1.733 orang, terdiri dari 742 orang laki-laki dan 991 orang perempuan, mereka belajar di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di PP ini, yaitu RA (71 santri); TPA (70 santri), MI (725 santri); MTs (295 santri); SLTP (377 santri) dan MA (195 santri).

Saat ini baru 30% saja dari mereka sebagai santri murni selebihnya adalah santri kalong, karena 70% dari santri adalah masyarakat sekitar.

Adapun jumlah ustadz/guru yang membimbing mereka sebanyak 86 orang, empat orang kyai, empat orang nyai dan lima orang karyawan yang terdiri dari 30 laki-laki dan 49 perempuan.

Latar belakang pendidikan para ustadz dan karyawan, S2 dua orang kesemuanya laki-laki, S1 45 orang (20 laki-laki dan 50 perempuan), D3 delapan orang, D2 tujuh orang, D1 lima orang, PGA satu orang, dan SLTA dua orang.

Program pengembangan PP Annur meliputi bidang fisik dan nonfisik serta program pemberdayaan masyarakat sekitar.

Pengembangan fisik, pihak PP melakukan kerjasama dengan lembaga-lemabga swasta/lembaga pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan fisik pondok dan memperpartisipasikan masyarakat di dalam pembangunan pondok. (djo)

 




177 Komentar :

jual syari terbaru
17 Mei 2018 - 14:44:45 WIB

artikelnya sudah bagus, di tunggu update terbarunya terimakasih
cara mengobati gondok
18 Mei 2018 - 10:13:34 WIB

terimakasih banyak
https://goo.gl/hXoLFA
pabrik pakaian murah di bandung
18 Mei 2018 - 11:26:43 WIB

saya berterimakasih karena website ini selalu memberikan hal menarik
jual busana muslim terbaru
18 Mei 2018 - 13:25:23 WIB

lebih rajin lagi update aerikel nya semangat
konveksi pakaian murah di bandung
18 Mei 2018 - 13:52:18 WIB

website ini memberikan segala informasi yang bagus dan bermanfaat
tempat konveksi
19 Mei 2018 - 09:22:27 WIB

ditunggu update selanjutnya
konveksi murah bandung
19 Mei 2018 - 10:49:39 WIB

artikelnya sudah bagus, di tunggu update terbarunya terimakasih
supplier Belt Conveyor Karet
19 Mei 2018 - 10:49:53 WIB

beragam sekali informasi yang di berikan di website ini
supplier Belt Conveyor PVC
19 Mei 2018 - 13:06:28 WIB

terimakasih atas informasinya
Obat HerbalPenglihatan Tidak Jelas
19 Mei 2018 - 14:27:47 WIB

Thanks for information
shorturl.at/chnGW
<< First | < Prev | ... 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)